top of page

Ni Made Yani Savitri : Tetap Mengayuh dari Jauh

Updated: May 17, 2022

Kecil - kecil cabai rawit, itulah ungkapan yang menggambarkan gadis mungil, berambut bak brokoli ini. Badan boleh kecil, tapi bukan Yani namanya jika lari tanpa menuntaskan tanggung jawabnya.


Ni Made Yani Savitri Devi, Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park angkatan 42, tak tinggal diam hanya menonton lonjakan kasus di masa pandemi Covid-19. Yani bersama teman - teman seperjuangannya, telah membulatkan tekad untuk mengadakan acara Presslist tahun 2020. Siswi yang menginjak tahun terakhir di masa putih abu ini, mulai gencar menyusun segala persiapan setelah berlomba dari Surabaya di bulan Maret. "Awalnya itu kita mulai persiapan aja, rapat secara online itu bulan Maret sampai November. Ada itu sembilan bulan ya. Udah kayak mengandung aja, hehe," ucap gadis pecinta pizza ini sambil terkekeh kala diwawancarai secara daring oleh Tim Madyapadma News pada Sabtu (26/12).

Berperang dengan keadaan, remaja kelahiran Denpasar, 13 Januari 2003 ini pun mengemban tugas sebagai ketua panitia Presslist Virtual 11. Tentu, sudah menjadi tugasnya dalam mengkordinir semua bidang yang bersangkutan. Ia pun mengaku, dominan mengandalkan media sosial saat menghubungi teman-temannya. Hanya terkadang ada kalanya, Yani perlu bertandang ke sekolah. Berdiskusi lebih dalam dan mencari jalan solusi.

Sayangnya, remaja yang hobi menggambar ini, terjebak dalam kondisi yang tak memenuhi protokol kesehatan di sekolah. Akibat sempat mendatangi tempat kerumunan dan kondisi anggota keluarganya. Maka sejak mendekati penghujung acara, keinginan Yani pergi ke sekolah lebih intens, harus kandas begitu saja. “Awalnya itu karena ada pilkada, terus berlanjut bapak sama kakakku baru balik dari luar kota. Kemudian mamaku sempat sakit waktu itu,” jelas gadis yang gemar bermain musik ini.

Namun, Yani tak diam begitu saja. Tak kehabisan akal dan nyala semangat. Yani tetap menancap gas dari kediamannya di kawasan Gandapura. Menggendong ransel hitam kesayangannya yang selalu terlihat menggelembung. Duduk di salah satu bale bengong sekolah atau memilih mengemper di lorong-lorong kelas. Demi mendekati sumber stop kontak, kalau-kalau laptopnya kehabisan daya.

Sementara teman-temannya asyik mengobrol di dalam ruangan. Yani pun juga punya kawan setia di luar. “Biasanya aku ke sekolah jam 12 ke atas. Di luar, selalu sama pak satpam ngobrolnya, kadang suka bercanda ditanyain ‘Udah nemu penelitian obat asam urat buat om?” ujar putri dari pasangan I Gede Putu Suwitra dan Putu Suantini ini menirukan guyonan.

Gadis penyuka warna hitam putih ini memang tak punya pilihan lain. Ada hal-hal vital yang dirasanya wajib dibicarakan secara langsung. Meskipun harus menempatkannya dalam posisi sendirian, jauh dari riuh teman-teman. “Itu bukan sebanding sama pentingnya acara yang harus dibicarakan,” tegas Yani di akhir wawancara.

7 Comments


This is an incredibly helpful guide to cracking the wallcovering code! Breaking down the selection process into the three core pillars of color, pattern scale, and texture makes it so much easier for anyone to visualize how a room can be transformed without feeling overwhelmed. I especially love the insight on how vertical patterns can effortlessly create the illusion of higher ceilings, and how textured materials like grasscloth not only hide wall imperfections but also offer natural sound-damping qualities. The way you articulate these design principles is so clear that it could easily serve as foundational material for anyone studying interior architecture. For design students or scholars inspired to write a formal research paper on the psychological impacts of spatial…


Like

Maximizing air movement to create eco friendly architecture is a brilliant way to design modern buildings. Using natural wind reduces energy costs and helps protect the environment. Last spring, I was drawing a sustainable house plan and needed help with assignment to better organize my notes and stay focused. Travel stories like this inspire both learning and curiosity about the world.

nice post.

Like

The post about Ni Made Yani Savitri highlights determination and dedication, showing how people keep pushing forward despite distance and challenges. It was inspiring to read about consistent effort and strong commitment. While working on a school project related to finance, I found some accounting topics quite confusing, so I used accounting Assignment Help to better understand the concepts and organize my answers. Hard work and the right support both help in achieving goals.


Like

Dalam Bahasa Indonesia Kelas 5, siswa mulai memahami unsur cerita, kosakata, hingga cara menyampaikan ide dengan baik. Materi disajikan secara sederhana dan bertahap. Dapat digunakan sebagai pelengkap pembelajaran di sekolah. Membantu proses belajar terasa lebih ringan.

Like

Jenny Vee
Jenny Vee
Mar 06

Dalam kelas Bahasa Indonesia Kelas 3 di UNICCM School, siswa akan belajar mengembangkan keterampilan menulis melalui penyusunan kalimat yang jelas, pemilihan kosakata yang tepat, dan pemahaman tentang cara membangun paragraf sederhana.

Like
Madyapadma.png
Sosial Media
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram
bottom of page