top of page

Perekonomian Bali: Berharap Menuju The Real New Normal

Menuju penghujung tahun 2020, dunia masih dihantui Pandemi Covid-19. Setelah bertarung dengan makhluk tak kasat mata ini selama kurang lebih 11 bulan, banyak hal yang disebabkannya. Mulai dari menguji daya tahan kesehatan manusia, hingga mempengaruhi imunitas keuangan masyarakat.


Secara khusus pada polemik perekonomian, tingkat nasional saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami pertumbuhan. Meski masih menunjukkan pertumbuhan negatif, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di Triwulan III-2020 Indonesia berhasil bouncing back dengan pertumbuhan -3,49%, meningkat dari Triwulan II-2020 yaitu -5,32%. Meski begitu, belum seluruh wilayah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sama. Salah satunya Provinsi Bali yang saat ini masih terpuruk di Triwulan III 2020 yaitu -12,28% (yoy), bahkan lebih rendah dibanding Triwulan sebelumnya yaitu -11,02% (yoy). Menurut laporan Bank Indonesia, kondisi ini disebabkan karena masih berlangsungnya penyebaran COVID-19 yang menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali menurun dan menekan kinerja pariwisata.

Bukan hal yang baru lagi tulang punggung perekonomian Bali menumpu pada pariwisata. Menurut data Bank Indonesia pula pada tahun 2019, Share Devisa Travel terhadap PDRB Bali sebanyak 53,65% atau hampir setengahnya. Implikasinya pun terlihat di masa pandemi. Tertahannya mobilitas masyarakat, mempengaruhi kinerja lapangan usaha (LU) yaitu Akomodasi Makan Minum (Akmamin) di Triwulan III yang tekontraksi lebih dalam dibanding Triwulan sebelumnya, diikuti dengan LU Perdagangan, serta LU konstruksi. Hanya kinerja LU pertanian pada Triwulan III-2020 sedikit membaik dibanding Triwulan sebelumnya meskipun masih kontraksi. Adapun laporan lainnya, Bali pada laju Inflasi masih di kategori stabil, yang diketahui Triwulan III-2020 sebesar 0,95% (yoy), melandai dibandingkan dengan realisasi inflasi Triwulan II 2020 yang tercatat 2,18% (yoy). Kondisi ini disebabkan oleh turunnya tekanan harga di sebagian besar kelompok barang.

Kedepannya pun menurut Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada Triwulan I-2021 diperkirakan akan membaik, namun masih pada level yang terbatas. Tahun 2021 ekonomi Bali diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2020, yakni di kisaran 4,8 – 5,2% (yoy). Apabila prediksi itu benar, pemulihan ini pun selaras dengan salah satu pola ekonomi yaitu swoosh shaped (logo nike), yang mana pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah pada Triwulan kedua-ketiga 2020, lalu mulai membaik dan akan mencapai pertumbuhan positif dalam Triwulan I-2021.

Semua pihak pun tentu mengharapkan hal tersebut, kendati demikian pemulihan perekonomian tidak dapat berdiri sepihak. Menurut pakar ekonomi Muhamad Chatib Basri, penanganan sektor kesehatan adalah kunci pemulihan. Tanpa adanya penanganan serius pada virus, maka harapan perekonomian pupus. Namun tak luput, apapun kebijakannya, kesejahteraan masyarakat menjadi yang utama. Semoga dalam menyambut tahun 2021 menjadi kenormalan sesungguhnya (The Real New Normal) bagi seluruh masyarakat Bali, sehingga aktivitas kembali optimal dan roda perekonomian berjalan maksimal. (try)

25 views0 comments
bottom of page